Met Bobo Yach...

Inilah potret salah satu pegawai negri kita yang sedang bobo pada saat jam kerja.
Awal cerita, saya terkena musibah, yaitu hilangnya dompet saya, hiks sedih, tapi apa mau dikata, tegoran buat saya yang memang suka ceroboh. Akhirnya setelah memblokir semua kartu ATM dan kartu kredit esok harinya saya segera mengurus administrasi dari bank-bank dan mendapatkan kartu pengganti. Tinggal satu masalah, yaitu membuat KTP.
Kalau kawan-kawan baca postingan saya yang lalu membuat paspor, pasti pada tau saya memang orang yang paling malas berurusan dengan birokrasi. Tetapi, mau tidak mau, saat membuat KTP ini, saya harus turun tangan sendiri karena sebelumnya diurus oleh papa saya.
Singkat kata, saya pergi ke kantor Lurah dengan membawa kelengkapan surat seperti surat lapor kehilangan dari kantor polisi, fotokopi KTP lama, fotokopi akte kelahiran, pas foto 2x3, dll. Setelah menjelaskan kepada pegawai tersebut masalah saya, pegawai tersebut mengatakan bahwa proses saya sangat sulit yeah rite!!! Tanpa basa basi saya merelakan 30rb rupiah untuk diberikan kepada pegawai teladan tersebut. "Kurang niey, 10rb lagi" dengan tidak malu memalak saya seperti itu *kucing!!!!*. Karena mau tau beres, saya relakan kembali 10rb melayang (padahal mau bilang tuh ditempelan dinding ada tulisan biaya memperpanjang KTP = gratis).
Tiga hari kemudian saya datang lagi sesuai dengan yang dia janjikan, tapi apa mau dikata, hari Jumat, setelah makan siang sampai jam pulang kerja si pegawai tersebut tidak kembali ke kantor. Setelah memaksa asistennya, saya diberikan KTP yang belum di tanda tangan Pak Lurah lelet banget. Lalu saya melihat kalau ada kesalahan dari pengetikan tanggal lahir saya. Saya komplen dan minta untuk diganti dan disambut dengan kata iya iya iya...
Senin, Selasa, Rabu akhirnya saya memutuskan untuk datang kembali, sudah satu minggu harusnya sudah dikoreksi kembali dan ditanda tangan. Tapi apa yang saya dapatkan, KTP saya belum dikoreksi sama sekali. Merasa kesal, akhirnya saya marah-marah. Dengan sejuta dalih pegawai teladan mencari alasan, akhirnya saya tetap memaksa kalau saya mau menerima KTP saya hari itu juga dan saya tunggu hari itu juga. Emangnya pergi ke kantor lurah ga pake ongkos??? Setelah menunggu dari jam 10 pagi hingga jam 3 sore plus bengong-bengong ria di kantor lurah ampe digoda-godain. Akhirnya KTP saya kelar juga.
Saat saya menunggu seharian di kantor Lurah, saya melihat banyak pegawai yang santai-santai bahkan ada yang tidur. Astaga enak sekali mereka, pantes aja kerjaan ga kelar-kelar. Apa mereka benar-benar tidak ada kerjaan? Kalau tidak ada kenapa banyak pegawai direkrut? Ada yang pernah menulis kalo 1 pegawai swasta = 3 pegawai negri yah mungkin itu bener kali. Terus terang saya merasa gondok dan rugi membayar pajak untuk menggaji orang-orang seperti ini. Beginikah mental pegawai negri kita, kalau kayak gini kapan Indonesia bisa maju? Benar-benar tidak ada disiplin, ngetik aja ngga becus, kalo duit aja mata ijo. Cape deh...
No comments:
Post a Comment